BENTENG SOMBA OPU
Postingan Kali ini tentang Benteng Somba Opu yang termasuk salah satu Objek yang menarik tuk teman-teman kunjungi jika berada di kota Angin Mamiriku...
A. Berapa Lama Menuju Benteng Somba Opu
Kalau teman-teman tertarik tuk mengunjungi objek wisata ini, kita membutuhkan waktu kira – kira 15 menit atau 30 menit. Jarak ini dimulai dari arah Makassar menuju objek ini. Letak Benteng ini berbatasan dengan antara wilayah Makassar dan wilayah Gowa. Bagi yang memiliki kendaraan roda dua atau roda empat.. wah itu tentunya lebih asyik. Tapi bagi teman-teman yang harus naik angkot tuk ke tempat ini... perlu waktu lebih lama lah, sebab klo angkot jelas singgah-singgah tuk ambil penumpang... hehehheh
B. Sejarah
Benteng ini dibangun pada tahun 1525 oleh sultan raja gowa ke – 9 ( Daeng Matteenre Karaeng Tumapa’risi Kallonna). Percaya tidak percaya benteng ini dibangun dengan menggunakan tanah liat. Bentuk dari tembok ini yaitu berbentuk kuadrat dan memiliki dan memiliki panjang kira-kira 2 km, tinggi 7-8 m, dan luas benteng ini 1.500 hektar. Dan bengunan-bangunan yang ada didalam benteng ini dipagari oleh tembok yang tebal. Pada abad ke 16 benteng ini merupakan sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan rempah – rempah yang sangat ramai dikunjungi oleh pedagang – pedagang asing dari Asia maupun Eropa.
Sejarah dimulai dari persekutuan Raja Gowa dengan Kerajaan Tallo, yaitu berawa.l dari kemauan raja gowa merubah pola hidup kerajaan dari lahan pertanian menuju negari maritim. Keinginan memberikan kesan sebagai raja Gowa sultan gowa ke 9 ‘ Tumapa’risi Kallonna Daeng Mattenre Karaeng Manguntungi (1510 – 1546).
Ditempat ini juga merupakan tempat pusat pertemuan para pelaut/nelayan, dan pedagang di seluruh dunia. Misalnya pelaut dan pedagang dari portugis (1523), Belanda (voc) pada tahun 1603, Inggris pada tahun 1613, Spanyol pada tahun 1615, Denmark pada tahun 1618 dan China pada tahun 1618. Mereka semua memberikan peranan besar dalam meningkatkan perdagangan di Makassar.
Untuk melindungi aktifitas perdagangan di pelabuhan ini pemerintah membangun tembok dari pesisir utara sampai selatan. Jadi disepanjang pesisir sungai ini dibangun tembok kuat dan tebal, dan di depan tembok terdapat banyak kapal kapal dari berbagai Negara Asia dan Eropa, sedangakan di balik tembok berlangsung perdagangan seperti pasar tradisional.
C. Benteng Somba Opu Dulu dan Kini
ILMUWAN Inggris, William Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya.
Pernyataan Wallace bisa jadi benar. Begitu memasuki kawasan Benteng Somba Opu, akan segera terlihat tembok benteng yang kokoh. Menggambarkan sistem pertahanan yang sempurna pada zamannya. Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan.
Ada tiga bastion yang masih terlihat sisa-sisanya, yaitu bastion di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Yang terakhir ini disebut Buluwara Agung. Di bastion inilah pernah ditempatkan sebuah meriam paling dahsyat yang dimiliki orang Indonesia. Namanya Meriam Anak Makassar. Bobotnya mencapai 9.500 kg, dengan panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm.
Sesuai model yang tercetak pada peta dokumen di Museum Makassar, benteng ini berbentuk segi empat dengan luas total 1.500 hektar. Memanjang 2 kilometer dari barat ke timur. Ketinggian dinding benteng yang terlihat saat ini adalah 2 meter. Tetapi dulu, tinggi dinding sebenarnya adalah antara 7-8 meter dengan ketebalan 12 kaki atau 3,6 meter. Lorong-lorongnya pun tertutup bak kubah setengah lingkaran.
Sekarang kita hanya bisa melihat sisa-sisa bangunan benteng Somba Opu, masih ada terdapat benteng disini. Bentuk dari benteng ini hingga sekarang belum diketahui bentuknya secara pasti, tapi peta menunjukkan bahwa benteng ini berbentuk persaegi empat. Sayang sekali pada tahun 1660 benteng ini dikuasai oleh belanda (Voc) dan kemudian dihancurkan. Di museum Makassar kita bisa lihat luas benteng ini 1.500 hektar, panjang nya 2 km dari utara sampai ke timur. Sekarang benteng ini tingginya Cuma 2 meter saja dibandingakan benteng yand dulu tinggnya mencapai 7-8 meter.
Benteng Somba Opu sekarang merupakan kompleks miniature budaya Sul-SelBar. Wisatawan dapat menikmati perjalan mereka dengan melihat budaya sulawasi selatan di area ini, karena disini terdapat rumah-rumah tradisional yang berasal dari empat suku. Yaitu Bugis Makassar, Toraja, dan Mandar. Jika teman-teman datang kesini jangan lupa bawa barang-barang yang sangat penting seperti kamera dan uang. kedua barang ini sangat penting loh... Dengan demikian teman-teman bisa menikmati perjalan budayanya.
*Besten Dank und Gruß für Studenten/-innen der Deutschabteilung, die "Deutsch für den Tourismus I" programiert haben. Sie haben schon eine wunderschöne Reise rund Makassar gemacht... :D
0 komentar:
Posting Komentar